Saat berurusan dengan administrasi internasional, masih banyak masyarakat bertanya apakah hasil Google Translate bisa dilegalisasi. Perlu diketahui bahwa hasil terjemahan pada umumnya tidak bisa begitu saja dilegalisasi, termasuk dari alat penerjemahan online. Artikel ini akan menjelaskan syarat legalisasi yang harus terpenuhi.

Apakah Hasil Google Translate Bisa Dilegalisas

Perlu ditegaskan bahwa hasil terjemahan yang didapat dari Google Translate atau tools translate online lain tidak dapat dilegalisasi, termasuk hasil terjemahan yang didapatkan dari AI. Artinya hasil terjemahan yang didapatkan dari alat penerjemah online apapun berpotensi akan ditolak oleh kementerian atau lembaga yang menerbitkan legalisasi.

Ada beberapa alasan mengapa hasil Google Translate tidak bisa dilegalisasi, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Potensi kesalahan penerjemahan tinggi

Hasil terjemahan yang didapatkan dari Google Translate atau alat penerjemah online lain masih memiliki potensi kekeliruan dalam menghasilkan terjemahan. Di sisi lain dokumen yang dilegalisais wajib punya akurasi tinggi sehingga tidak ada kekeliruan di hasil terjemahan.

  1. Konsistensi tidak terjamin

Dalam dunia penerjemahan, konsistensi adalah harga mati. Artinya padanan kata yang digunakan dalam penerjemahan harus sama di seluruh dunia. Di sisi lain hasil terjemahan Google masih berpotensi besar menyajikan terjemahan yang berbeda-beda.

  1. Google Translate tidak punya wewenang hukum

Penerjemahan dokumen harus diterjemahkan oleh translator yang memiliki wewenang secara hukum. Wewenang ini diberikan setelah translator melalui proses panjang, termasuk penyumpahan hingga pelantikan sebagai penerjemah berwewenang hukum.

  1. Tidak ada pertanggungjawaban hukum

Google Translate juga tidak bisa dituntut secara hukum jika terjadi kekeliruan fatal terhadap hasil terjemahan. Tuntutan hanya bisa diayangkan kepada individu profesional yang berprofesi sebagai penerjemah.

  1. Tidak memiliki standar legalitas hasil terjemahan

Hasil terjemahan tetap harus memenuhi standar legalitas yang baik. Sebelum dilegalisasi, hasil terjemahan setidaknya memiliki beberapa hal, misalnya;

  • Kop surat resmi
  • Affidavit
  • Tanda tangan dan stempel penerjemah tersumpah
  • Nomor registrasi penerjemah tersumpah
  • Format yang sesuai standar internasional

Cara  Agar Dokumen Bisa Dilegalisasi

Agar dokumen Anda memenuhi syarat legalisasi, terjemahan melalui penerjemah tersumpah (Sworn Translator). Penerjemah tersumpah adalah translator yang telah mengikuti sertifikasi serta melalui tahap penyumpahan dan pelantikan yang kemudian mendapat Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

Translator ini memiliki wewenang hukum untuk menerjemahkan berbagai dokumen legal. Hasil terjemahan dokumen dari penerjemah tersumpah memenuhi kualifikasi untuk dilegalisasi baik di kementerian maupun lembaga.

Agar penerjemahan dokumen oleh penerjemah tersumpah bisa maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni sebagai berikut.

  • Scan dokumen format .PDF

Scan dokumen yang ingin diterjemahkan dengan format akhir .PDF. Dengan format ini penerjemah lebih mudah mengakses hasil scan dokumen Anda.

  • Hasil scan harus jelas dan tidak terpotong

Jangan sampai hasil scan blur atau terpotong. Pastikan hasil scan bisa terbaca dengan jelas dan terhindar dari potensi yang menghalangi keterbacaan dokumen.

  • Pastikan dokumen punya masa berlaku panjang

Sebelum menerjemahkan, dokumen harus dipastikan masih memiliki masa berlaku yang panjang. Jika masa berlaku pendek, Anda perlu melakukan penerjemahan ulang setelah perpanjangan masa berlaku. Hal itu terjadi karena masa berlaku hasil terjemahan tersumpah mengikuti dokumen aslinya.

Rekomendasi Penerjemah Dokumen Terbaik

Agar dokumen bisa dilegalisasi, terjemahan melalui Transpartner. Kami adalah badan usaha yang fokus di bidang penerjemahan. Dengan dukungan tim penerjemah tersumpah, dokumen Anda bisa dialihbahasakan ke bahasa asing sesuai kebutuhan.

Hasil terjemahan juga dipastikan bisa dilegalisasi dan bisa diterima oleh kementerian maupun lembaha resmi negara. Setelah memahami jawaban apakah hasil Google Translate bisa dilegalisasi, pastikan menghubungi Transpartner untuk mendapatkan hasil terjemahan resmi.