Kesalahan translate akta lahir bisa saja terjadi jika penerjemahan dilakukan secara sembarangan. Dalam berbagai kasus, kesalahan penerjemahan bisa dalam berbagai bentuk. Artikel ini akan membahas kesalahan apa saja yang biasanya terjadi dan cara menghindari agar kekeliruan translate akta kelahiran bisa dihindari.

Kesalahan Translate Akta Lahir

Berikut ini beberapa kesalahan dalam penerjemahan Akta Lahir hingga membuat hasil terjemahan ditolak dalam pemberkasan internasional.

  1. Format hasil terjemahan tidak sesuai

Translate dokumen legal termasuk Akta Lahir tidak hanya sekadar mengalihbahasakan dokumen dari satu bahasa ke bahasa lain. Penerjemah juga wajib menyajikan hasil terjemahan sesuai format yang diakui. Selain itu hasil terjemahan juga harus bisa dibaca, tidak blur, dan tidak perpotong. Jika format hasil translate Akta Lahir tidak sesuai maka penolakan sangat mungkin terjadi.

  1. Salah dalam menuliskan data dan informasi

Dalam Akta Kelahiran, selalu ada data dan informasi yang wajib ditulis dan diterjemahkan dengan benar dan tepat. Jika terdapat kesalahan dalam translate Akta Lahir, maka penolakan berkas sangat mungkin terjadi. Untuk menghindari hal tersebut pastikan tidak ada kekeliruan data dan informasi.

  1. Terdapat salah ketik (typo)

Salah ketik (typo) memang sering terjadi. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat ditoleransi dalam terjemahan dokumen resmi, termasuk Akta Lahir. Penerjemah harus teliti dan memastikan tidak ada salah ketik pada hasil translate. Jika terdapat typo di hasil translate, maka penerjemah wajib melakukan penerjemahan ulang.

  1. Penggunaan padanan kata, istilah, atau terminologi yang kurang tepat

Seringkali ada kata, istilah, atau terminologi yang tidak memiliki padanan yang sama. Hal itu bisa terjadi karena adanya perbedaan bahasa, aturan, hingga budaya. Meski begitu penerjemah boleh menggunakan padanan yang paling mendekati dengan objek translate. Namun jika penerjemah kurang tepat memilih padanannya, maka hasil terjemahan dianggap tidak akurat.

  1. Translate tidak dilakukan oleh penerjemah tersumpah

Akta Lahir dan dokumen legal lain wajib diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Jika Akta Lahir diterjemahkan oleh penerjemah yang tidak memiliki wewenang menerjemahkan dokumen resmi maka hasil translate tidak dianggap sah dan tidak berkedudukan hukum. Hal itu tetap berlaku meski hasil terjemahan Akta Lahir sudah sesuai. Hasil terjemahan sah dan berkedudukan hukum jika dibubuhi oleh tanda tangan dan cap dari penerjemah tersumpah.

Dampak Kesalahan Translate Akta Lahir

Kesalaham menerjemahkan akta lahir tidak hanya berdampak pada kualitas terjemahan, tetapi juga dapat menghambat proses hukum dan administrasi pengguna dokumen. Berikut dampak yang perlu diketahui secara umum.

  1. Hasil terjemahan ditolak oleh instansi tujuan

Hasil terjemahan Akta Lahir yang keliru pasti akan ditolak oleh instansi tujuan, baik di Indonesia maupun luar negeri. Instansi tersebut seperti kedutaan besar, kantor imigrasi, universitas, dan masih banyak lagi.

  1. Penundaan atas permohonan izin

Hasil translate Akta Lahir biasanya dibutuhkan dalam mengajukan permohonan izin seperti visa. Jika hasil terjemahan keliru, permohonan bisa ditunda bahkan digagalkan.

  1. Mengalami kerugian waktu dan biaya

Bisa dipastikan pemilik dokumen mengalami kerugian baik berupa waktu maupun biaya. Pemilik dokumen harus melakukan penerjemahan ulang dan melakukan pengajuan permohonan dari awal.

Jasa Penerjemah Akta Lahir Terbaik

Terjemahkan Akta Lahir Anda dengan hasil terbaik lewat Transpartner. Kami adalah penyedia jasa translate dokumen legal di Indonesia yang melayani alih bahasa Akta Lahir dengan hasil sah dan resmi. Transprtner juga memberi garansi terhadap hasil terjemahan jika di kemudian hari terdapat kekeliruan pada hasil terjemahannya.

Transpartner menjamin kesalahan translate Akta Lahir dapat ditekan seminimalisir mungkin sehingga potensi terjadi penolakan dokumen sangat kecil. Hubungi CS Transpartner untuk mendapatkan layanan translate terbaik.