Fakta Hidup sebagai Pekerja Migran di Luar Negeri
Kisah pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri memang tidak selalu mulus. Berikut ini beberapa fakta yang kami rangkum dari berbagai sumber tentang hidup sebagai PMI di negara asing.
- Gaji besar tapi biaya hidup juga tidak murah
Salah satu alasan utama masyarakat Indonesia menjadi PMI adalah perbedaan upah yang cukup signifikan dibandingkan pekerjaan sejenis di dalam negeri. Namun, besarnya gaji tidak selalu berarti tabungan yang besar karena masih harus dikurangi biaya tempat tinggal, makan, transportasi, asuransi, hingga pajak di negara tujuan.
Sebagai contoh, biaya hidup di Jepang tentu akan lebih besar dibanding biaya hidup di Indonesia sehingga wajar jika upah yang diterima pekerja Jepang lebih besar.
- Tidak semua orang bisa beradaptasi dengan baik
Adaptasi masih jadi salah satu tantang terbesar bagi PMI, terutama jika belum punya pengalaman bekerja di luar negeri. Adaptasi ini berkaitan dengan banyak hal mulai dari cuaca, bahasa, kebiasaan sehari-hari, budaya, cara komunikasi, dan masih banyak lagi.
Pekerja yang sulit beradaptasi kemungkinan besar merasa pekerjaannya jauh lebih berat dibanding orang yang mudah beradaptasi. Jika gagal adaptasi, pekerja bisa stres hingga sakit.
- Homesick
Homesick adalah kondisi di mana PMI merasa rindu dengan kampung halaman dan keluarganya. Hal itu wajar mengingat PMI terikat kontrak tinggal di negara asing selama bertahun-tahun. Mereka juga harus jauh dari pasangan, anak, maupun orang tua sehingga kehilangan momen penting.
Pengalaman warga Indonesia yang tinggal di luar negeri juga banyak menunjukkan bahwa kesepian menjadi tantangan yang sering tidak diperkirakan sebelum berangkat.
- Jam kerja bisa sangat berbeda dengan indonesia
Di beberapa negara, sistem kerja jauh lebih disiplin. Sebaliknya, pada sektor tertentu seperti pertanian, perikanan, konstruksi, dan pekerjaan domestik, memiliki jam kerja yang lebih panjang. Jam kerja bisa makin lama saat momen tertentu seperti musim panen atau ketika permintaan tinggi. Kondisi ini yang dianggap menyulitkan PMI.
- Keselamatan kadang dipertaruhkan
PMI seringkali harus bergulat dengan keselamatan diri, terutama jika jalur yang dipilih ilegal. Selain itu PMI yang bekerja di beberapa sektor dengan risiko keselamatan tinggi juga harus menghadapi ketidakpastian.
Jasa Penerjemah Tersumpah Dokumen Pekerja Migran
Untuk meminimalisir risiko hukum dan penolakan berkas saat mendaftar sebagai pekerja migran, terjemahkan dokumen melalui Transpartner. Dukungan penerjemah tersumpah Transpartner membantu CPMI mendapatkan hasil translate dokumen secara resmi dan diakui di luar negeri sehingga meminimalisir penolakan berkas di tengah jalan.
Transpartner menyediakan penerjemah dokumen tersumpah berbagai bahasa, mulai dari Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Rusia, Spanyol, Mandarin, Arab, Korea, dan masih banyak lagi. Layanan penerjemah tersumpah Transpartner bisa didapatkan oleh CPMI dari berbagai wilayah di Indonesia.
Untuk mendapatkan informasi terkait fakta hidup sebagai pekerja migran di luar negeri dan kabar menarik lain, kunjungi website Transpartner sekarang juga.

