Program Erasmus Student Exchange terbuka bagi mahasiswa yang berasal dari Indonesia asal memenuhi kualifikasi yang sudah ditentukan.  Peserta yang memenuhi kualifikasi dan syarat berkesempatan mengikuti program student exchange di Eropa. Perlu diketahui, syarat Erasmus Student Exchange salah satunya adalah berstatus sebagai mahasiswa. Pahami informasinya lebih lanjut sebelum mendaftarkan diri dalam program pertukaran pelajar Erasmus.

Syarat Erasmus Student Exchange

Erasmus Student Exchange adalah program yang dipayungi oleh Erasmus+ dari Uni Eropa (UE) dengan skema skema Studying Abroad. Melalui program ini, pelajar mahasiswa dapat merasakan studi di universitas di luar negeri selama satu semester.

Harus diketahui bahwa program pertukaran mahasiswa Erasmus ini terbuka bagi mahasiswa dari negara non-Eropa, termasuk dari Indonesia. hanya saja skema teknisnya dilakukan lewat kerja sama resmi antara universitas asal dengan universitas penerima yang ada di Eropa. Bagi Anda yang berminat mengikuti program ini, pahami syaratnya berikut ini.

  1. Berasal dari universitas yang memiliki kerja sama resmi

Program Erasmus Student Exchange hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari kampus dan institusi yang telah memiliki kesepakatan (Inter-Institutional Agreement). Tanpa kesepakatan tersebut, mahasiswa tidak bisa ikut serta dalam program ini.

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif

Calon peserta wajib terdaftar sebagai mahasiswa aktif. Terkait jenjang pendidikan, program ini bisa diikuti mahasiswa dari jenjang short-cycle (diploma), Sarjana (S1), dan Magister (S2). Mahasiswa yang berstatus cuti tidak dapat mengikuti program ini.

  1. Relevansi akademik

Program studi yang dipilih harus relevan dengan jurusan atau rencana studi. Selain itu harus mendapat persetujuan sebagai bagian dari kurikulum oleh kampus asal. Selama kuliah di luar negeri, hasilnya juga harus dipertanggungjawabkan secara akademik saat kembali ke Indonesia.

  1. Memilih durasi yang sesuai ketentuan

Program ini diikuti dengan durasi minimal 2 bulan dengan maksimal durasi 12 bulan. Namun beberapa program studi bisa mengambil durasi hingga 24 bulan seperti jurusan kedokteran atau arsitektur.

  1. Menandatangani learning agreement

Calon peserta program wajib menandatangani “Learning Agreement for Studies” bersama universitas asal dan tujuan. Penandatanganan dilakukan sebelum berangkat. Dokumen ini penting agar mata kuliah dan kredit yang diambil di luar negeri bisa diakui oleh universitas asal setelah mahasiswa pulang.

  1. Mampu melampirkan dokumen yang dibutuhkan

Kebutuhan dokumen bisa berbeda-beda, tergantung banyak hal, bergantung pada persyaratan spesifik negara Eropa tujuan. Secara umum kebutuhan dokumen yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut.

  • Paspor
  • Visa pelajar
  • Asuransi kesehatan
  • Verifikasi dokumen akademik
  • Transkrip nilai
  • Surat penerimaan (Letter of Acceptance/Admission) dari universitas penerima di Eropa
  • Learning Agreement yang sudah ditandatangani
  • Surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus asal
  • Bukti keuangan atau rekening koran yang menunjukkan kemampuan membiayai hidup selama masa studi
  • Surat keterangan sehat atau hasil medical check-up
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Akta kelahiran
  • Bukti akomodasi sementara di negara tujuan

Dokumen berbahasa Indonesia perlu diterjemahkan ke bahasa Inggris melalui jasa penerjemah tersumpah (Sworn Translator).

Jasa Penerjemah Tersumpah untuk Erasmus Student Exchange

Segala kebutuhan translate dokumen yang harus diterjemahkan untuk Erasmus Mundus dapat dipercayakan lewat Transpartner, perusahaan penerjemahan yang menyediakan Sworn Translator bahasa Inggris. Layanan dari Transpartner membantu kandidat pendaftar program Erasmus Student Exchange memenuhi syarat administrasi di Eropa.

Perlu digarisbawahi bahwa menerjemahkan dokumen lewat penerjemah tersumpah termasuk jadi salah satu syarat Erasmus Student Exchange. Hubungi Transpartner untuk mendapatkan layanan penerjemahan terbaik.